Selasa, 15 September 2015

Tugas PRD 2 : Etika Personal dan Profesional



Jembatan Layang Jakabaring

Pada postingan ini kita akan sedikit “bermain-main” masalah etika personal dan profesional. Bukan berarti bermain-main dengan arti menyepelekan atau merendahkan arti dari etika personal dan profesional, tetapi pada postingan ini akan mengulas secara santai tentang bahasan tersebut.
Sebelum kita mulai ada baiknya jika kita memperkenalkan kasus yang akan kita jadikan kondisi dalam permainan kita. Yap, seperti yang sudah ditulis di atas kasus yang dimaksud adalah kasus Jembatan Layang Jakabaring.



Sekilas info, Jembatan Layang Jakabaring (Palembang, Sumatra Selatan) adalah jembatan layang yang pembangunannya sempat tersendat karena beberapa masalah, diantaranya masalah anggaran dan adanya isu pembebasan lahan. Walaupun sepertinya kasus ini bukan murni kasus enginering, dengan menggunakan asumsi dan tidak membahas dari sisi selain enginering maka seharusnya kita masih bisa bermian dengan kasus ini.
Oke, jadi begini permainannya. Bayangkan Anda adalah seorang teknisi sipil amatir yang baru saja direkrut oleh suatu perusahaan dan tugas pertama Anda adalah mengerjakan proyek besar pembangunan jembatan layang Jakabaring. Awalnya semua berjalan lancar hingga tiba-tiba masalah muncul, pekerjaan diberhentikan untuk sementara waktu. Anda sebagai teknisi amatir tentunya bingung tapi dengan keberanian dan keingintahuan Anda, Anda mencoba bertanya pada ketua tim Anda.
Setelah mendapat penjelasan dari ketua tim Anda, Anda mengetahui bahwa penyebab dihentikannya pekerjaan ini adalah karena masalah dana dan untuk tindak lanjut pengerjaannyapun masih kurang jelas.
Menanggapi masalah tersebut Anda sebagai teknisi sipil berjiwa muda berniat untuk melakukan sesuatu agar masalah cepat selesai dan jembatan layang bisa segera dipakai. Beberapa kemungkinan aksi sudah Anda list:
- Tetap diam saja menunggu masalah selesai dengan sendirinya
- Mencoba mencari dana melalui sponsor
- Menurunkan kualitas jembatan layang agar dana mencukupi
- Bertanya kepada Pemprov Sumatra Selatan

Jika Anda sebagai teknisi tadi, pilihan mana yang akan Anda pilih?

Pertanyaan ini sekilas terkesan subjektif, akan tetapi sebagai teknisi sebenarnya ada etika-etika dasar yang harus dipenuhi dalam bekerja dan pengambilan keputusan. Sebagai contoh akan lebih baik jika dibuat matriks pengambilan keputusan dengan pertimbangan kode etik National Society of Professional Engineers (NSPE) seperti berikut.

Pilihan 
Pertimbangan NSPE 
Tetap diam
Mencari sponsor
Menurunkan kualitas 
jembatan layang
Bertanya ke Pemprov

Menjaga keselamatan, 
kesehatan, dan 
kesejahteraan umum





Melaksanakan tugas 
hanya pada bidang 
keahlian





Mengajukan pernyataan 
umum hanya dengan 
objektif





Bertindak jujur





Menghindari perilaku 
menyimpang





Berkelakuan terhormat






Setelah membuat matriks pengambilan keputusan tersebut, akan dilakukan pengisian. Tentunya pengisian pada matriks tersebut akan berbeda tiap orang dengan yang lain bergantung pada etika personal masing-masing. Jika Anda meminta pendapat saya, maka matriks akan saya isi seperti.

Pilihan 
Pertimbangan NSPE 
Tetap diam
Mencari sponsor
Menurunkan kualitas
Bertanya ke Pemprov

Menjaga keselamatan, 
kesehatan,dan 
kesejahteraan umum
Tidak
Dengan tetap diam 
artinya proyek tidak 
dilanjutkan.
Ya
Dengan adanya 
sponsor 
diharapkan proyek 
kembali lancar.
Tidak
Keselamatan umum 
dipertanyakan
Ya
Dengan bertanya ke 
pemprov,artinya 
memperjuangkan proyek

Melaksanakan tugas 
hanya pada bidang 
keahlian
Ya
Masalah uang bukan 
masalah teknisi
Tidak
Masalah uang bukan 
masalah teknisi
Ya
Anda menawarkan jasa 
Anda sebagai teknisi
Tidak
Teknisi tidak seharusnya 
ikut campur masalah uang.

Mengajukan pernyataan 
umum hanya dengan 
objektif dan jujur
Tidak
Diam akan terlihat 
tidak jujur
Tidak
Dalam mencari sponsor 
umumnya 
permasalan 
dilebih-lebihkan
Tidak
Membangun proyek 
tidak sesuai rencana 
bukan kejujuran
Mungkin

Bertindak sesuai tugas
Ya
Sebagai pekerja, 
kita harus 
taat pada atasan.
Tidak
Sebagai pekerja, 
kita harus 
mendapat persetujuan 
atasan dahulu.
Tidak
Sebagai pekerja, 
kita harus mendapat 
persetujuan atasan 
dahulu.
Ya
Sebagai agen, kita boleh 
mengingatkan risiko 
yang mungkin terjadi.

Menghindari perilaku 
menyimpang
Tidak
Seharusnya ada 
yang melakukan 
sesuatu agar proyek 
dilanjutkan
Ya
Dengan sponsor 
artinya ada harapan 
proyek untuk terus 
berlangsung.
Tidak
Menurunkan kualitas 
berarti menyimpang.
Ya
Membiarkan proyek 
terlalu lama 
terbengkalai termasuk 
menyimpang.

Berkelakuan terhormat
Tidak
Berperilaku 
menyimpang 
tidak terhormat
Mungkin

Tidak
Berperilaku menyimpang 
tidak terhormat
Ya
Anda dengan jujur 
menyatakan 
ketidaksetujuan.

Total
Ya : 2
Tidak : 4
Mungkin : 0
Ya : 2
Tidak : 3
Mungkin : 1
Ya : 1
Tidak : 5
Mungkin : 0
Ya : 4
Tidak : 1
Mungkin : 1


Berdasarkan matriks yang telah saya buat, dapat diambil keputusan bertanya ke pemprov yang berdasarkan matriks terlihat paling menguntungkan.

Mungkin cukup sekilas permainan mengenai etika personal dan profesional, perlu diingat postingan ini dibuat tidak untuk menyinggung pihak manapun dan mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Kesamaan penulisan maupun gagasan semata-mata hanyalah suatu kebetulan. Untuk kritik dan saran bisa langsung ditulis di komentar.

#tugasprd

Rujukan lain :