Jembatan Layang Jakabaring
Pada postingan ini kita akan sedikit “bermain-main” masalah etika personal dan profesional. Bukan berarti bermain-main dengan arti menyepelekan atau merendahkan arti dari etika personal dan profesional, tetapi pada postingan ini akan mengulas secara santai tentang bahasan tersebut.
Sebelum kita mulai ada baiknya jika kita memperkenalkan kasus yang akan kita jadikan kondisi dalam permainan kita. Yap, seperti yang sudah ditulis di atas kasus yang dimaksud adalah kasus Jembatan Layang Jakabaring.
Sekilas info, Jembatan Layang Jakabaring (Palembang, Sumatra Selatan) adalah jembatan layang yang pembangunannya sempat tersendat karena beberapa masalah, diantaranya masalah anggaran dan adanya isu pembebasan lahan. Walaupun sepertinya kasus ini bukan murni kasus enginering, dengan menggunakan asumsi dan tidak membahas dari sisi selain enginering maka seharusnya kita masih bisa bermian dengan kasus ini.
Oke, jadi begini permainannya. Bayangkan Anda adalah seorang teknisi sipil amatir yang baru saja direkrut oleh suatu perusahaan dan tugas pertama Anda adalah mengerjakan proyek besar pembangunan jembatan layang Jakabaring. Awalnya semua berjalan lancar hingga tiba-tiba masalah muncul, pekerjaan diberhentikan untuk sementara waktu. Anda sebagai teknisi amatir tentunya bingung tapi dengan keberanian dan keingintahuan Anda, Anda mencoba bertanya pada ketua tim Anda.
Setelah mendapat penjelasan dari ketua tim Anda, Anda mengetahui bahwa penyebab dihentikannya pekerjaan ini adalah karena masalah dana dan untuk tindak lanjut pengerjaannyapun masih kurang jelas.
Menanggapi masalah tersebut Anda sebagai teknisi sipil berjiwa muda berniat untuk melakukan sesuatu agar masalah cepat selesai dan jembatan layang bisa segera dipakai. Beberapa kemungkinan aksi sudah Anda list:
- Tetap diam saja menunggu masalah selesai dengan sendirinya
- Mencoba mencari dana melalui sponsor
- Menurunkan kualitas jembatan layang agar dana mencukupi
- Bertanya kepada Pemprov Sumatra Selatan
Jika Anda sebagai teknisi tadi, pilihan mana yang akan Anda pilih?
Pertanyaan ini sekilas terkesan subjektif, akan tetapi sebagai teknisi sebenarnya ada etika-etika dasar yang harus dipenuhi dalam bekerja dan pengambilan keputusan. Sebagai contoh akan lebih baik jika dibuat matriks pengambilan keputusan dengan pertimbangan kode etik National Society of Professional Engineers (NSPE) seperti berikut.
Pilihan →
Pertimbangan NSPE ↓ |
Tetap diam
|
Mencari sponsor
|
Menurunkan kualitas
jembatan layang |
Bertanya ke Pemprov
| |
Menjaga keselamatan,
kesehatan, dan kesejahteraan umum | |||||
Melaksanakan tugas
hanya pada bidang keahlian | |||||
Mengajukan pernyataan
umum hanya dengan objektif | |||||
Bertindak jujur
| |||||
Menghindari perilaku
menyimpang | |||||
Berkelakuan terhormat
|
Setelah membuat matriks pengambilan keputusan tersebut, akan dilakukan pengisian. Tentunya pengisian pada matriks tersebut akan berbeda tiap orang dengan yang lain bergantung pada etika personal masing-masing. Jika Anda meminta pendapat saya, maka matriks akan saya isi seperti.
Pilihan →
Pertimbangan NSPE ↓ |
Tetap diam
|
Mencari sponsor
|
Menurunkan kualitas
|
Bertanya ke Pemprov
| |
Menjaga keselamatan,
kesehatan,dan kesejahteraan umum |
Tidak
Dengan tetap diam
artinya proyek tidak dilanjutkan. |
Ya
Dengan adanya
sponsor diharapkan proyek kembali lancar. |
Tidak
Keselamatan umum
dipertanyakan |
Ya
Dengan bertanya ke
pemprov,artinya memperjuangkan proyek | |
Melaksanakan tugas
hanya pada bidang keahlian |
Ya
Masalah uang bukan
masalah teknisi |
Tidak
Masalah uang bukan
masalah teknisi |
Ya
Anda menawarkan jasa
Anda sebagai teknisi |
Tidak
Teknisi tidak seharusnya
ikut campur masalah uang. | |
Mengajukan pernyataan
umum hanya dengan objektif dan jujur |
Tidak
Diam akan terlihat
tidak jujur |
Tidak
Dalam mencari sponsor
umumnya permasalan dilebih-lebihkan |
Tidak
Membangun proyek
tidak sesuai rencana bukan kejujuran |
Mungkin
| |
Bertindak sesuai tugas
|
Ya
Sebagai pekerja,
kita harus taat pada atasan. |
Tidak
Sebagai pekerja,
kita harus mendapat persetujuan atasan dahulu. |
Tidak
Sebagai pekerja,
kita harus mendapat persetujuan atasan dahulu. |
Ya
Sebagai agen, kita boleh
mengingatkan risiko yang mungkin terjadi. | |
Menghindari perilaku
menyimpang |
Tidak
Seharusnya ada
yang melakukan sesuatu agar proyek dilanjutkan |
Ya
Dengan sponsor
artinya ada harapan proyek untuk terus berlangsung. |
Tidak
Menurunkan kualitas
berarti menyimpang. |
Ya
Membiarkan proyek
terlalu lama terbengkalai termasuk menyimpang. | |
Berkelakuan terhormat
|
Tidak
Berperilaku
menyimpang tidak terhormat |
Mungkin
|
Tidak
Berperilaku menyimpang
tidak terhormat |
Ya
Anda dengan jujur
menyatakan ketidaksetujuan. | |
Total
|
Ya : 2
Tidak : 4
Mungkin : 0
|
Ya : 2
Tidak : 3
Mungkin : 1
|
Ya : 1
Tidak : 5
Mungkin : 0
|
Ya : 4
Tidak : 1
Mungkin : 1
|
Berdasarkan matriks yang telah saya buat, dapat diambil keputusan bertanya ke pemprov yang berdasarkan matriks terlihat paling menguntungkan.
Mungkin cukup sekilas permainan mengenai etika personal dan profesional, perlu diingat postingan ini dibuat tidak untuk menyinggung pihak manapun dan mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Kesamaan penulisan maupun gagasan semata-mata hanyalah suatu kebetulan. Untuk kritik dan saran bisa langsung ditulis di komentar.
#tugasprd
Rujukan lain :
